nurhasan78news. WordPress.com

Vhylum Achinodermata

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan Negara yang memiliki keragaman hewan laut yang melimpah baik flora maupun fauna. Kekayaan keragaman hewan laut ini memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat. Hewan Echinodermata adalah komponen komunitas bentik di lamun yang lebih menarik dan lebih memiliki nilai ekonomi.

B. Batasan Masalah

Adapun batasan Masalah dalam makalah ini adalah:

  1. Pengertian dan perbedaan hewan/ binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut.
  2. Filum : yang termasuk hewan Echinodermata dan meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuhnya.
  3. System reproduksi dan habitatnya.

C. Tujuan Yang Ingin Dicapai

Adapun Tujuan penulis dalam penulisan makalah ini adalah

  1. Sebagai salah satu syarat tugas makalah
  2. Untuk mengetahui berbagai macam jenis hewan laut sangat berpariasi
  3. Untuk menambah wawasan tentang keanekaragaman hewan laut

 

BAB II PEMBAHASAN

  1. A.   Pengertian Echinodermata

Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah berkembang dengan baik. Misalnya teripang atau ketimun laut, bulu babi, bintang ular, dolar pasir, bintang laut, lilia laut. Hewan Echinodermata adalah komponen komunitas bentik di lamun yang lebih menarik dan lebih memiliki nilai ekonomi. Lima kelas echinodermata ditemukan pada ekosistem lamun di Indonesia. Dibawah ini urutan Echinodermata secara ekonomi.

 

  1. Holothuroidea (timun laut atau teripang)
  2. Echinoidea (bulu babi)
  3. Asteroidea (Bintang laut)
  4. Ophiuroidea (Bintang Laut Ular)
  5. Crinoidea

 

Ciri tubuh Echinodermata meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh  berikut ini penjelasannya.

 

  • Ukuran dan bentuk tubuh

Bentuk tubuh Echinodermata ada yang seperti bintang, bulat, pipih, bulatmemanjang, dan seperti tumbuhan. Tubuh terdiri dari bagian oral (yangmemiliki mulut) dan Aboral (yang tidak memiliki mulut).

 

  • Struktur dan fungsi tubuh

Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul atauruncing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral. Kaki ambulakral memiliki alat isap.sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung,usus, dan anus. Sistem ekskresi tidak ada. Pertukaran gas terjadi melalui insangkecil yang merupakan pemanjangan kulit. Sistem sirkulasi belum berkembang biak. Echinodermata melakukan respirasi dan makan pada selom. sistem saraf Echinodermata terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermatatidak memiliki otak. Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifathermafrodit dan dioseus.

 

  • Cara hidup dan habitat

Echinodermata merupakan hewan yang hidup bebas.Makanannya adalah kerang, plankton, dan organisme yang mati.Habitatnya di dasar air laut, didaerah pantai hingga laut dalam.

 

  • Reproduksi

Echinodermata bersifat dioseus bersaluran reproduksi sederhana. Fertilisasi berlangsung secara eksternal. Zigot berkembang menjadi larva yang simetrisbilateral bersilia. Hewan ini juga dapat beregenerasi.

 

v  Reproduksi seksual

Echinodermata menjadi dewasa seksual setelah sekitar dua sampai tigatahun, tergantung pada spesies dan kondisi lingkungan. Telur dan selsperma yang dilepaskan ke dalam air terbuka, di mana pembuahan terjadi. Pelepasan sperma dan telur dikoordinasikan temporal pada beberapa spesies, dan spasial pada orang lain. Fertilisasi internal saat ini telah diamati dalam tiga jenis bintang laut, tiga bintang rapuh danmentimun air dalam laut. Dalam beberapa spesies bintang bulu, embriober kembang di tas pemuliaan khusus, dimana telur dimiliki hinggasperma dirilis oleh laki-laki terjadi untuk menemukan mereka dan pupuk isinya. Hal ini juga dapat ditemukan antara landak laut danteripang, di mana pameran merawat anak-anak mereka dapat terjadi,misalnya dalam beberapa spesies dolar pasir yang membawa anak mereka antara menusuk sisi lisan mereka, dan bulu babi hati memilikiruang penangkaran. Dengan bintang mengular, ruang khusus dapatdikembangkan di dekat tas perut, di mana perkembangan anak mudaterjadi.

 

Spesies teripang dengan perawatan khusus bagi keturunan mereka mungkin juga perawat muda di rongga tubuh atau pada permukaan mereka. Dalam kasus yang jarang terjadi, pengembangan langsung tanpa harus melalui tahap larva bilateral dapat terjadi pada beberapa bintang laut dan bintang laut.

 

Strategi lain yang telah berkembang dalam beberapa bintang laut dan bintang rapuh adalah kemampuan untuk bereproduksi secara aseksual dengan membagi dalam dua bagian sementara mereka remaja kecil, sementara beralih kereproduksi seksual ketika mereka telah mencapai kematangan seksual.

 

v  Reproduksi aseksual

Banyak binatang berkulit lunak memiliki kekuatan yang luar biasaregenerasi. Beberapa bintang laut yang mampu regenerasi senjata hilang. Dalam beberapa kasus, kehilangan lengan telah diamati untuk menumbuhkan bintang laut kedua lengkap. Ketimun laut sering bagian pembuangan organ internal mereka jika mereka memandang bahaya. organ habis dan jarinagn dengan cepat diregenerasi landak laut terus kehilangan duri mereka melalui kerusakan semua bagian diganti beberapa populasi seastar dapat mereproduksi seluruhnya secara aseksual murni oleh penumpahan senjata untuk jangka waktu yang lama.

 

Klasifikasi
Echinodermata dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea, dan Crinoidea.

  • Asteroidea
    Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies.Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Contoh spesies ini adalah Acanthaster sp., Linckia sp., dan Pentaceros sp. Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek.Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran.Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral.Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.

Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :

–          Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.

–          Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat

–          Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan.

–          Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.

Anggota Asteroidea memiliki kemampuan regenerasi yang sangat besar.Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti. Asteroidea merupakan hewan dioseus, organ kelamin berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar tubuh.

  • Ophiuroidea
    Ophiuroidea terdiri dari 2.000 spesies, contohnya adalah bintang ular (Ophiothrix).Ophiuroidea (dalam bahasa yunani, ophio = ular) berbentuk seperti asteroidea, namun lengannya lebih langsing dan fleksibel. Cakram pusatnya kecil dan pipih dengan permukaan aboral (dorsal) yang halus atau berduri tumpul.Ophiuroidea tidak memiliki pediselaria.Cakram pusat berbatasan dengan lengan-lengannya.
    Hewan ini pun juga dapat beregenerasi.

 

  • Echinoidea

Echinoidea berbentuk bola atau pipih, tanpa lengan.Echinoidea yang berbentuk bola misalnya bulu babi (diadema saxatile) dan landak laut (Arabcia punctulata).Permukaan tubuh hewan ini berduri panjang.Echinoidea memilki alat pencernaan khas, yaitu tembolok kompleks yang disebut lentera aristoteles.Fungsi dari tembolok tersebut adalah untuk menggiling makanannya yang berupa ganggang atau sisa-sisa organisme.Echinoidea yang bertubuh pipih misalnya dolar pasir (Echinarachnius parma).Permukaan sisi oral tubuhnya pipih, sedangkan sisi aboralnya agak cembung.Tubuhnya tertutupi oleh duri yang halus dan rapat.Durinya berfungsi untuk bergerak, menggali, dan melindungi permukaan tubuhnya dari kotoran.Kaki ambulakral hanya terdapat di sisi oral yang berfungsi utuk mengangkut makanan.

  • Holothuroidea
    Holothuroidea dikenal dengan nama timun laut atau teripang.Contoh hewan ini adalah Cucumaria sp., Holothuria sp., dan Bohadschia argus.Hewan ini tidak berlengan dan anus terdapat pada kutub yang berlawanan dari tubuhnya.Daerah ambulakral dan inter-ambulakral tersusun berselang-seling di sepanjang tubuhnya.Alur ambulakral tertutup, madreporit terdapat di rongga tubuhnya.Sebagian kaki ambulakral termodifikasi menjadi tentakel oral.Sistem respirasinya disebut pohon respirasi, karena sistem tersebut terdiri dari dua saluran utama yang bercabang pada rongga tubuhnya.Keluar dan masuknya air melalui anus.

 

  • Crinoidea
    Hewan ini berbentuk seperti tumbuhan.Crinoidea terdiri dari kelompok yang tubuhnya bertangkai dan tidak bertangkai.Kelompok yang bertangkai dikenal sebagai lili laut, sedangkan yang tidak bertangkai dikenal sebagai bintang laut berbulu.Contoh lili laut adalah Metacrinus rotundus dan untuk bintang laut berbulu adalah Oxycomanthus benneffit dan Ptilometra australis.Lili laut menetap di kedalaman 100 m atau lebih.Sedangkan yang berbulu hidup di daerah pasang surut sampai laut dalam.Kedua kelompok tersebut memiliki oral yang menghadap ke atas.Lengannya yang berjumlah banyak mkengelilingi bagian kaliks (dasar tubuh).Pada kaliks terdapat mulut dan anus.Jumlah lengan kelipatan lima dan mengandung cabang-cabang kecil yang disebut pinula.Sistem ambulakral tidak memiliki madreporit dan ampula.Crinoidea adalah pemakan cairan, misalnya zooplankton atau partikel makanan.

 

 

  1. B.   Peran Echinodermata bagi Manusia

Echinodermata dimanfaatkan oleh manusia sebagai berikut.

–          Makanan.Misalnya telur landak laut yang banyak dikonsumsi di Jepang dan keripik timun laut yang banyak dijual di Sidoarjo. Jawa Timur.

–          Bahan penelitian mengenai fertilisasi dan perkembangan awal.Para ilmuwan biologi sering mengggunakan gamet dan embrio landak laut. Namun, bintang laut sering dianggap merugikan oleh pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena merupakan predator hewan-hewan budidaya tersebut.

BAB III PENUTUP

 

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

–          Hewan Echinodermata adalah komponen komunitas bentik di lamun yang lebih menarik dan lebih memiliki nilai ekonomi.

–          Kekayaan keragaman hewan laut ini memberikan keuntungan yang besar bagi masyarakat.

 

B. Saran

– Bagi kita dan generasi akan datang sudah  sepatutnya  untuk  memelihara menjaga dan melestarikan keanekaragaman hewan yang terdapat di Negara kita dan khususnya di lingkungan kita.

– Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini

bisa membaca buku atau majalah-majalah yang memuat tentang keanekaragaman hewan laut dan lingkungannya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Anonim, 2008. Mengenal seluk beluk phylum Echinodermata

.( http://pustaka.ut.ac.id//) , diakses pada 29 November 2010,

  1. Campbell, 2005. Biologi edisi 5. Erlangga.Jakarta.
  2. Hartog,C.den., 1970.Seagrass of the world North-Holland Publ.Co. Amesterdam
  3. Francis, J. R  2010,phylum Echinodermata, Lippincott Williams & Wilkins Inc.USA, 69. LIPI, 2007.Echinodermata.( http://pustaka.ut.ac.id//) , diakses pada 29 November 2010,
  4. Jasin, Maskoeri., 1992. Zoologi Invertebrata. Sinar Wijaya.Surabaya

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: